napas berbunyi hingga batuk yang disertai muntah

napas berbunyi hingga batuk yang disertai muntah ==> waspadai gejala batu rejan, dan temukan obat alaminya disini, < transfer pembayaran setelah barang sampai > Satu lagi jenis batuk pada anak yang tidak boleh disepelekan. Batuk rejan atau yang sering disebut dengan batuk 100 hari ini, akan sangat berbahaya bila didiamkan tanpa adanya penanganan. Batuk rejan yang terlambat diobati, dapat menyebabkan perdarahan mata hingga otak, karena tekanan yang terjadi saat batuk. Untuk itu, jangan abaikan batuk rejan yang terjadi pada anak Anda.

“Sering disebut sebagai batuk 100 hari karena batuk rejan biasanya memang agak lama sembuhnya,” ucap Susetyo Cahyoadi, dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang.

Berbeda dengan batuk yang biasanya disebabkan oleh virus, batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella Pertusis. Batuk yang satu ini biasanya akan menjangkiti anak-anak lebih dari satu minggu. Gejala yang sering terjadi ketika batuk rejan adalah demam, batuk yang berulang-ulang, napas yang berbunyi, hingga batuk yang disertai muntah pada batuk rejan yang berat.

Gejala-gejala ini bisa menyebabkan anak susah tidur, dan tidak nafsu makan, sehingga dapat memperparah penyakitnya. Penderita batuk rejan juga dapat menularkan bakteri pada orang lain melalui udara. Bakteri ini dengan sangat mudah masuk ke dalam tubuh anak, saat daya tahan tubuhnya sedang tidak baik. “Orangtua sebaiknya memberikan gizi dan ASI yang cukup agar anak memiliki daya tahan tubuh yang kuat,” tambah Susetyo.

Pertolongan pertama

Saat anak sudah menunjukkan gejala batuk rejan, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah. Antara lain, jaga lingkungan di sekitar anak tetap bersih. Lingkungan yang kotor bisa menambah virus dan bakteri, yang dapat masuk ke dalam tubuh anak. Anda juga bisa memberikan terapi uap, seperti meneteskan minyak kayu putih pada air hangat yang dimasukkan ke dalam baskom, dan dekatkan pada anak agar anak dapat menghirup uapnya. Hindari juga anak dari asap rokok.

Bila cara-cara tersebut belum berhasil untuk menghilangkan batuk, maka Anda disarankan untuk membawanya ke dokter. Anda juga perlu bersabar dan disiplin dalam memberikan perawatan pada anak. Saat obat yang diberikan oleh dokter telah habis, namun anak belum juga sembuh, sebaiknya Anda kembali menghubungi dokter yang sama untuk mendapatkan evaluasi, dan pengobatan berikutnya.

“Berganti dokter hanya akan memperlambat masa pengobatan karena dokter tersebut tidak memeriksa dari awal, dan tidak tahu bagaimana perkembangan penyakitnya,” ujar Susetyo.

Sebelum batuk rejan menyerang anak, orangtua juga sebaiknya memenuhi imunisasi wajib untuk anak yang disarankan. Imunisasi memang tidak 100 persen dapat mencegah anak dari penyakit batuk rejan. Namun, batuk rejan yang terjadi pada anak yang diimunisasi, tidak akan selama pada anak yang tidak diimunisasi.

Klik Disini Obat Alami Batuk Rejan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *