Tips menurunkan badan bayi panas dengan cepat

Tips menurunkan badan bayi panas dengan cepat, temukan obat alaminya disini, < transfer pembayaran setelah barang sampai > Semua bayi pasti pernah mengalami demam. Kondisi ini memang umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil.

Demam adalah gejala yang sering dialami oleh anak-anak. Sebagian besar demam pada anak atau bayi bukanlah suatu kondisi yang serius atau berbahaya.

sebenarnya sangat umum dan sering demam itu akan hilang dan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Cara cepat dan mudah untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami demam adalah dengan mengukur suhu tubuhnya dengan menggunakan termometer.

Disarankan untuk mengukur suhu tubuhnya melalui anus karena bagian tersebut dinilai lebih akurat dibandingkan mulut, ketiak, atau telinga. Lagi pula, termometer anus juga lebih mudah diaplikasikan pada si Kecil.

Sebelum mengukur suhu tubuhnya pada anus, Anda harus memastikan termometer dalam keadaan higienis. Sebelum dipakai, cuci bersih menggunakan sabun dan bilas dengan air.

Posisikan bayi Anda tengkurap dalam dekapan Anda, kemudian masukkan termometer yang telah diolesi petroleum jelly secara perlahan-lahan ke anus dengan kedalaman sekitar 2.5 cm.

Tahan termometer selama dua menit hingga terdengar suara notifikasi dari termometer. Setelah itu Anda bisa menariknya secara perlahan dan membaca hasilnya.

Sebagai informasi, suhu tubuh bayi normal berada di kisaran 36-37 derajat Celcius.

Dalam ilmu medis, seorang bayi dikatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.

Demam sendiri sebenarnya sebuah gejala. Kondisi ini biasanya menjadi pertanda bahwa tubuh si Kecil sedang melawan penyakit.

Saat sel-sel darah menggempur penyakit, ada zat-zat kimia yang dilepas dalam aliran darah dan “berkelana” mengirim laporan ke otak. Laporan ini kemudian direspons dengan perintah agar tubuh mendongkrak suhunya. Alasannya? Agar menghambat perkembangbiakan penyakit serta merangsang pembuatan antibodi dalam tubuh.

Secara garis besar penyakit infeksi penyebab demam pada anak antara lain:

  • Infeksi virus – Infeksi virus merupakan penyebab demam terbanyak, virus ini menyebabkan banyak penyakit seperti pilek, batuk, flu, diare, dll, namun terkadang infeksi virus dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius.
  • Infeksi bakteri – Lebih jarang dibanding infeksi virus tetapi juga dapat menyebabkan demam dan biasanya lebih serius. Contoh penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri antara lain: pneumonia, infeksi saluran kencing (ISK), septikemia dan meningitis.

Lebih lanjut berikut berbagai penyakit yang menyebabkan demam:

  • Infeksi Saluran Pernafasan Atas Infeksi telinga Roseola infantum (infeksi virus yang menyebabkan demam dan ruam)
  • Radang amandel
  • Infeksi Saluran Kencing (ISK)
  • Cacar air
  • Batuk rejan
  • Diare
  • Demam Tifoid (penyakit tipes)
  • Demam Berdarah Terkadang,

Demam tinggi pada anak-anak disebabkan oleh penyakit infeksi bakteri yang serius seperti:

  • Meningitis – infeksi meninges (selaput pelindung yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang) Septicemia – infeksi darah
  • Pneumonia – peradangan pada jaringan paru-paru, yang biasanya disebabkan oleh infeksi Sangat penting untuk diingat bahwa penyebab yang berpotensi serius itu relatif jarang.Demam bisa dianggap menjadi bukti sistem kekebalan tubuhnya bekerja dengan baik. Dengan kata lain, kinerja tubuh bayi Anda berjalan normal.
  • Sebagai orang tua, Anda pasti khawatir dan panik ketika mendapati tubuh si Kecil terasa panas. Anda tidak perlu tergesa-gesa ke dokter ketika menghadapi situasi semacam ini. Ada kalanya demam pada bayi adalah suatu kondisi yang normal terjadi dan bisa ditangani di rumah.Demam juga bisa menyerang bayi jika dia terlalu lama beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas. Atau bisa juga terjadi ketika Anda memakaikan baju yang terlalu Maka Anda tidak perlu khawatir secara berlebihan jika tubuh bayi Anda terasa panas, tapi dia masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

Meski begitu, terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih. Anda harus waspada ketika bayi mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti berikut ini:

  • Tidak nafsu makan.
  • Terlihat lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain.
  • Tidak responsif.
  • Memiliki ruam.
  • Uring-uringan saat tidur.
  • Pernapasannya terganggu.
  • Terlihat tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, atau popok tidak sebasah biasanya.
  • kejang.

Selain itu, Anda juga harus segera membawa si Kecil ke dokter jika dia berusia di bawah 3 bulan saat demam. Si Kecil harus cepat ditangani dokter karena demam pada usia tersebut berpotensi menandakan bahwa bayi Anda mengalami kondisi yang serius.

Demam pada usia tersebut butuh perhatian khusus secara medis karena bayi usia tiga bulan ke bawah tidak memiliki lapisan pelindung sel antara aliran darah dan sistem saraf pusat yang cukup tebal. Ini memungkinkan mikroorganisme menyebar dan merusak jaringan saraf dengan cepat.

Bayi usia muda juga tidak menunjukkan tanda-tanda khusus jika mengalami infeksi yang parah. Jadi dibutuhkan tes darah atau tes urine untuk mengetahui apakah ada infeksi serius, seperti meningitis atau pneumonia.

Untuk bayi di atas tiga bulan, bawa si Kecil ke dokter jika demam tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam dan jika si Kecil tidak mengonsumsi cukup cairan.
Ukur Suhu Tubuh Bayi Anda
Untuk mengetahui apakah bayi Anda mengalami demam atau tidak, coba ukur suhu tubuhnya menggunakan termometer.
Tips Penanganan Demam pada Bayi
Untuk menangani demam pada bayi usia tiga bulan ke atas, Anda bisa melakukan penanganan awal secara sederhana di rumah seperti:

  • Mandikan bayi Anda menggunakan air hangat. Pastikan air tersebut tidak terlalu panas untuk kulit bayi. Mandi air hangat juga memungkinkan si Kecil untuk menghirup udara hangat sehingga melancarkan pernapasannya. Selain itu tubuh si Kecil juga akan terasa lebih rileks.
  • Setelah itu kenakan pakaian yang nyaman untuk bayi yang sedang demam seperti baju dengan bahan yang tipis. Hindari pakaian tebal dan bertumpuk.
  • Beri si Kecil asupan cairan yang cukup seperti ASI, susu formula, atau air putih, guna menghindari bayi dari dehidrasi.
  • Untuk penggunaan obat-obatan, Anda harus konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum memberikannya kepada si Kecil.
    Jika demam menyerang bayi berusia tiga bulan ke bawah, sebaiknya langsung bawa si Kecil ke rumah sakit.

Perlu diingat. Sebelum membawa bayi ke dokter, ada beberapa hal yang perlu diperhatian untuk membantu mengurangi demamnya.

Kompres dengan cara mencelup handuk kecil ke air hangat terlebih dulu. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin, hal ini justru akan mengerutkan pembuluh darah bayi. Akibatnya, panas tubuh malah tidak mau keluar. Anak jadi makin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.
Jika bayi masih minum ASI, sering-seringlah disusui. Masuknya cairan yang banyak, lalu dikeluarkan lagi dalam bentuk urin, merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh.

Klik disini cara pemesanan obat penurun panas bayi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *